Suara Daun
Menghindari Calon
Tikus
By Kortanius Sebeleakek
Awal 2002 ini sedikit dari 7.800 Calon
Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemda Mentawai, sudah diumumkan diterima dalam
seleksi tahap pertama. Kita sangat berharap para calon yang diterima ini
benar-benar mereka yang betul-betul memiliki kemauan untuk tinggal, interact
with, dan memberdayakan masyarakat Kepulauan Mentawai. Pendeknya, kita berharap
para CPNS yang tersaring in benar-benar mereka yang utuh: memiliki pengtahuan
yang memadai sebagai aparatur pemda dan siap bekerja keras di
Kita juga berharap para lulusan seleksi tahap pertama ini dan kemudian seleksi akhir, tidak lulus kerena “permainan uang” (mudah-mudahan dalam penerimaan CPNS Mentawai ini tidak ada hal semacam itu), yang ujung-ujungnya akan membuat mereka juga “bermental uang”: menjadi tikus yang akan menggerogoti pembangunan Mentawai.
Aparatur Pemda yang baik adalah kunci kesuksesan pembangunan Mentawai ke depan. Karena itu, deperlukan kerja keras. Terlebih lagi bagi aparatur lama, yang selama ini sudah dicap banyak di antaranya yang bermental “orang buangan”. Sibuk dengan kepentingan sendiri dan melalaikan tugas pokoknya sebagai PNS, sehingga merugikan banyak pihak. “Mentawai banyak masalah” selalu dijadikan kata kunci kenapa aparatur lalai dalam tugas.
Dengan terbentuknya Pemda tersendiri, merupakan era baru bagi Kepulauan Mentawai untuk mengubah citra dirinya dan para PNS baru benar-benar ingin mengabdi untuk kemajuan Mentawai. Anggaplah masa lalu Mentawai sebelum memiliki Pemda sendiri sebagai Orde Baru, dan kini masyarakat Mentawai siap dilayani para aparatur dari “era Reformasi”. Jangan sampai dalam semangat reformasi ini masih menyelip semangat dan watak Orde Baru yang bercirikan kolusi, korupsi, dan nepotisme.
Masyarakat Mentawai sudah lama rindu dengan pelayanan terbaik dan transparan dari aparatur pemerintah, termasuk guru. Sebab dengan layanan semacam inilah pembangunan mentawai ke depan akan lebih cepat dan tampak hasilnya.
Avoiding Dodgy
Candidates
By Kortanius Sabeleakek.
At the beginning of 2002, a handful from the 7,800 Public
Service Candidates (PSC) for Mentawai local government have been selected for
the first stage of the selection process. We very much hope that these
candidates that have made it through truly have the desire to live, mix with,
and empower the people of the
We also hope that those passing the first stage of the selection and then in the final phase do not pass due to “money games” (hopefully within the selection process no such events transpire) which will have the effect of focusing their thoughts purely on money: they will become rats who will undermine the development of Mentawai.
A good local government administration is the key to the success of future development in Mentawai. And this means hard work And this applies even more to long incumbent civil servants many amongst whom have acquired the mental attitude of “discarded people”. They are busy with their own concerns and neglect their primary duties as civil servants with the result that they adversely affect all many of people. “Mentawai has many problems” is always the key phrase explaining why the administration is neglectful in carrying out its duties.
The formation of its own regional government administration
represents a new era for the
Mentawai society has already for quite some time yearned for good and transparent service from government administration, which includes teachers. This is because with this sort of service the pace of future development of Mentawai will be quickened and its results visible.